Batman Begins - Help Select TUGAS KAMPUS

Jumat, 08 Juni 2012

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup dan pandangan hidup seseorang juga menentukan masa depan dari dirinya.Pandangan hidup pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pedoman,pegangan ,dan arahan unutk hidup didunia.Pendapat atau pertimbangan merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya oleh karena itu pandanga hidup tidak datang dengan sendirinya akan tetapi diperoleh dari proses dan waktu yang panjang dan lama.Pandangan hidup dapat dibedakan dari klasifikasi asalnya antara lain:

1.       Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak asall kebenarannya.
2.       Pandangan hidup yang berasala dari ideologi yang disesuaikan menurut kebudayaan dan norma yang terdapat pada daerah tersebut.
3.       Pandangan hidup dari hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

   Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur cita-cita,kebajikan,usaha,keyakinan atau kepercayaan ,keempat unsur tersebut merupakan suatu rangkaian kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.Untuk itu saya akan membahas dari keempat unsur tersebut

a.       CITA-CITA
Cita-cita merupakan keinginan,harapan,tujuan yang ada dalam pikiran kita dan akan diperoleh seseorang pada masa mendatang.Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan,merupakan pandangan hidup yang akan datang.Apabila cita-cita tidak mungkin dan belum mungkin untuk terpenuhi  maka cita-cita itu disebut sebagai angan-angan.Cita-cita merupakan hal pokok dalam berusaha unutk mencapai suatu tujuan dalam hidup misalnya seorang anak yang bercita-cita ingin menjadi dokter dan bahwa kalian ketahui syarat menjadi seorang dokter adalah pintar,akhirnya anak tersebut berusaha belajar agar menjadi pintar dan jika pintar maka cita-cita anak tersebut mungkin akan terwujud.

b.      KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral ,perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.manusia berbuat baik,pada kodratnya manusia itu baik ,bermakhluk moral dan dari hatinya manusia cenderung berbuat baik.Manusia merupakan seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan kedua unsur itu (jiwa dan badan) akan hilang jika manusia sudah meniggal.Manusia merupakan makhluk sosial yang memerlukan bantuan orang lain disekitarnya.Sebagai makhluk pribadi ,manusia dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk dan baik buruknya kehidupan didapat dari suara hati manusia itu sendiri .

c.       USAHA /PERJUANGAN
Usaha/perjuangan merupakan kerja keras untuk mewujudkan cita-cita agar tercapai.Dalam hidup jika seseorang tidak pernah melakukan usaha maka tidak dapat hidup dengan sempurna yang ada malah akan menyusahkan orang lain.Usaha itu dilakukan baik dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani .Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.Kita yang masih muda usianya harus banyak-banyaklah berusaha dalam mewujudkan impian kita agar pada masa tua kita tinggal menikmati jeripayah kita.dalam bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan,kemampuan antara manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.


d.      KEYAKINAN/KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan YME .menurut Prof.Dr.Harun Nasution.Ada tiga aliran filsafat yaitu aliran naturalisme,intelektualisme dan aliran gabungan.

1.    Aliran Naturalisme
Aliran naturalisme berintikan spekulasi dimana jika kita percaya adanya Tuhan maka kita akan percaya sebaliknya jika kita tidak percaya maka kita tidak percaya bahwa Tuhan itu ada.Bagi yang percaya adanya Tuhan,Tuhan merupakan kekuasaan tertinggi .Manusia merupakan makhluk cipataan Tuhan oleh karena itu manusia mengabdi terhadap Tuhan YME berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama.Apabila aliran Naturalisme dihubungkan dengan pandangan hidup maka keyakinan manusia bermula dari Tuhan,jadi pandangan hidup dilandasi dari ajaran-ajaran Tuhan melalui agamanya.

2.    Aliran Intelektualisme
Dasar dari aliran ini adalah logika,manusia mengutamakan akal dan dengan akal inilah manusia dpat berpikir mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk.Manusia yakin dengan melakukan hal melalui akal pikiran maka kita akan memperoleh kebajikan dengan sukses.Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup maka keyakinan manusia itu bermula dari akal,jadi pandangan hidup dilandasi oleh keyakinana kebenaran yang diterima akal.

3.    Aliran gabungan
Dasar dari aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal.Kekuatan gaib merupakan kekuatan yang berasal dari Tuhan,sedangakan akal adalah dasar kebuadayaan yang menentukan benar atau tidaknya sesuatu.Apabila hal ini dihubungkan dengan pandangan hidup maka akan menimbulkan dua kemungkinan pandangan hidup,Apabila dasar keyakinan itu kekuatan dari Tuhan dan akal,logika berpikir baik secara individual maupun kolektif pandangan hidup ini disebut sebagai relegius-sosialisme.kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan yang menurut logika berpikir dan diterima oleh hati nurani,semuanya itu berkat karunia Tuhan.
MANUSIA DAN TENGGUNG JAWAB

 Tanggung jawab adalah berkewajiban menanggung,memikul jawab,menaggung segala sesatunya ,atau,memberikan jawab menanggung akibatnya(menurut kamus umum bahasa Indonesia).Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku perbuatan yang disengaja ataupun tidak disengaja .Tanggung jawab berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.Timbulnay tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam.Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap orang lain dan terhadap lingkungan sekitarnya.Manusia harus menciptakan keselarasan,keserasian,keseimbangan antar sesama manusia dan antara manusia dengan lingkungan.
      Tanggung jawab sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia bahwa manusia pasti dibebani oleh rasa tanggung jawab.Apabila dikaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat,atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain,atau sebagai pengabdian,pengorbanan pada pihak lain.Tanggung jawab adalah ciri-ciri manusia beradab(berbuadaya) ,manusia merasa bertanggung jawab karena merasa ia menyadari baik atau buruk perbuatannya itu,dan menyadari pula bahwa pihak lain mamerlukan pengabdian dan pengorbanannya.Untuk memperoleh atau meningkatkan  kesadaran tanggung jawab perlu ditempuh usaha pendidikan,penyuluhan,keteladanan,dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Adapaun macam-macam tanggung jawab antara lain :
      
        a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
      Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang unutk memenuhi      kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.dengan demikian dapat memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia meru pakan makhluk bermoral dan manusia juga seorang pribadi.

2      b.Tanggung jawab terhadap keluarga
      Keluarga merupakan masyarakat kecil yang terdiri dari suami,istri,anak-anak dan juga orang lain yang menjadi keluarganya.Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab dengan keluargannya.tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan ,keselamatan, pendidikan dan kehidupan.

3      c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
      Pada hakekatnya manusia tidak akan hidup tanpa bantuan dari orang lain sesuai dengan kedudukannya adalah makhluk sosial.karena manusia membutuhkan bantuan manusia lain maka harus adanya komunikasi sehingga demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lainn agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut .

4      d. Tanggung jawab kepada Bangsa/Negara
      Bahwa tiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara.Dalam berpikir,berbuat,bertindak,bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara,manusia tidak boleh melakukan perbuatan semaunya sendiri akan tetapi harus mematuhi atauran yang ada di negaranya,jika dia melakukan kesalaha terhadap negara maka dia harus bersedia bertanggung jawab yaitu dengan menerima hukuman yang diberikan oleh negaranya.

5      e.   Tanggung jawab terhadap Tuhan
       Tuhan menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa adanya tanggung jawab,akan tetapi untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap tuhan .Pelangaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingati oleh Tuhan dan jika dengan peringatan keraspun manusia masih juga tidak meghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan .Sebab jika kita mengabaikan perintah-perintah yang diberikan Tuhan maka kita tidak bertanggung jawah sebagai HambaNYA.

MANUSIA DAN HARAPAN


Harapan adalah sesuatu yang diinginkan dan dapat terjadi dengan demikian harapan menyangkut dengan masa depan,berhasil atau tidaknya harapan tergantung dengan usahanya jika orang tersebut berusaha mungkin harapannya akan tercapai namun sebaliknya jika tidak berusaha maka harapannya tidak akan tercapai.Harapan harus berdasarkan kepercayaan ,baik percaya pada diri sendir ataupun percaya pada Tuhan Yang Maha Esa,disamping manusia harus berusaha dalam mewujudkan harapan manusia juga harus berdoa kepada Tuha Yang Maha Esa karena usaha dan doa merupakan jalan untuk terkabulnya sebuah harapan.Adapun penyebab manusia memounya harapan yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
a.    Dorongan Kodrat
 Kodrat adalah sifat  atau keadaan yang telah ada dalam diri manusia sejak manusia diciptakan oleh Tuhaan Yang Maha Esa,misalnya ialah menangis,berfikir,bergembira,berkata,dan sebagainya.Manusia sudah mempunyai kemampuan semua itu .Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan akan sesuatu .Selain manusia binatang dan tumbuhan juga mempunyai kodrat  karena makhluk hidup perlu makan,berkembang biak dan mati namun perbedaanya adalah manusia mempunya akal pikiran sedangkan binatang dan tumbuhan tidak mempunya akal pikiran.
b.    Dorongan Kebutuhan Hidup
 Manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup antara lain kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.Kebutuhan jasmani antara lain: makan,minum,pakaian,rumah,dll.Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan orang lain karena manusia mempunyai kemampuan yang terbatas baik kemampuan fisk maupun kemampuan berfikir.
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan.Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup.Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia dan kebutuhan manusia ialah:
1. Kelangsungan Hidup
2. Keamanan
3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. Diakui lingkungan
5. Perwujudan cita-cita
   Kelangsungan hidup mempunyai arti bahwa setiap makhluk hidup selalu berusaha untuk mempertahankan kehidupannya, maksudnya manusia harus dapat bertahan hidup dalam menjalankan sebuah kehidupan dan Keamanan mempunyai arti setiap manusia harus memperoleh keamanan dalam menjalankan kehidupannya. Tanpa adanya rasa aman manusia tidak dapat mempertahankan kehidupannya. Rasa aman itu sendiri adalah hak dari seseorang untuk bisa merasakan sesuatu yang tentram dan nyaman. Hak dicintai dan mencintai juga merupakan sebuah kewajiban dimana seorang manusia perlu memiliki rasa saling mencintai dan dicintai. Karena dengan itu semua akan dapat terwujudnya rasa aman dan rasa saling menjaga tentunya.Diakui lingungan maksudnya adalah jika seseorang dalam kelangsungan hidupnya tidak bergaul atau kurang beradaptasi dengan lingkungan maka masyarakat lain beranggap bahwa orang tersebut adalah orang yang sombong atau lainnya sebaliknya jika kita sering bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar maka kita akan diharga oleh masyarakat lainnya .

Minggu, 29 April 2012

PERIODE 2 tugas 3


TUGAS 3 
 
Gambaran Keadilan Hukum di Indonesia

Rasa keadilan itu setiap saat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Adil dianggap indah.
Semua membutuhkannya. Semua orang juga mau diajak untuk memperjuangkannya.
Orang juga mau mengorban apa saja yang dimiliki untuk memperjuangkan keadilan.
Keadilan sepertinya menjadi sesuatu yang mahal, jarang terjadi, dan juga sulit diwujudkan.
Tidak terkecuali adil dalam hukum. Selama ini hukum hanya berprinsip teguh terhadap keadilan yang sifatnya procedural bukan keadilan substansial. Dalam hal ini, keadilan prosedural merupakan keadilan yang mengacu pada bunyi undang-undang an-sich. Sepanjang bunyi UU terwujud, tercapailah keadilan secara formal! Apakah secara materiil keadilan itu benar-benar dirasakan adil secara moral dan kebajikan (virtue) bagi banyak pihak? Para penegak keadilan prosedural tidak memedulikannya. Mereka, para penegak keadilan prosedural itu, biasanya tergolong kaum positivistik dan tidak melihat betapa masyarakat tidak merasakan keadilan yang sejatinya hukum merupakan sarana mewujudkan keadilan yang tidak sekedar formalitas.
Di tengah-tengah konflik antara KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan, pasti semua pihak membutuhkan penyelesaian secara adil. Tidak ada pihak yang mau diberlakukan secara tidak adil. Keinginan itu tidak saja datang dari mereka yang terlibat langsung, bahkan masyarakat yang sebatas menyaksikannya pun juga ingin melihat keadilan itu. Tetapi ternyata tidak mudah itu semua dipenuhi, sekalipun mereka yang sedang bermasalah itu sehari-hari sesungguhnya adalah penjaga keadilan.
Banyak kasus-kasus putusan hakim yang tidak mencerminkan substansi keadilan hukum dimana beberapa dekade balakangan ini mewarnai media pewartaan nasional. Semisal kasus Ibu Minah dengan Semangkanya, atau kasus Prita—walaupun sudah dibebaskan dari gugatan—serta kasus-kasus lainnnya. Bagi kaum positivistik, keputusan-keputusan hukum dapat dideduksikan secara logis dari peraturan-peraturan yang sudah ada lebih dahulu tanpa perlu menunjuk kepada tujuan-tujuan sosial, kebajikan, serta moralitas. Betapa pun tidak adil dan terbatasnya bunyi undang-undang yang ada. Hukum adalah perintah undang-undang, dan dari situ kepastian hukum bisa ditegakkan.
Ironisnya, seringkali keadilan hukum Indonesia cenderung milik para penguasa, minimal orang kuat. Sehingga jargon masyarakat terhadap hukum di Indosian memang benar adanya bahwa hukum akan kuat ketika melawan orang lemah, akan tetapi ia akan lemah ketika berhadapan dengan orang kuat (ex; orang kaya-penguasa). Atau bahkan sekedar menjadi mainan para penegak hukum itu sendiri.
Salah satu masalah yang dihadapi bangsa ini adalah tidak adanya kepastian hukum. Belum terciptanya law enforcement di negeri ini terpotret secara nyata dalam lembaga peradilan. Media masa bercerita banyak tentang hal ini, mulai dari mafia peradilan, suap ke hakim, pengacara tidak bermoral sampai hukum yang berpihak pada kalangan tertentu.
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa), menyatakan ada tujuh faktor utama yang menyebabkan stagnasi hukum di Indonesia :
1.      Pertama, politik dan arah pembaruan hukum yang elitis.
2.      Kualitas legislasi nasional dan daerah yang rendah.
3.       Penegakan hukum yang sarat korupsi dan melahirkan mafia hukum.
4.      Lembaga peradilan tidak mewujud menjadi agen dan ujung tombak pembaharuan hukum.
5.      Mahkamah Konstitusi sebagai The Guardian of the Constitution lebih banyak dimanfaatkan oleh kelompok elit.
6.       Pendidikan hukum yang bergeser orientasinya menjadi pelayan pasar.
7.      Ketidakmampuan institusi hukum dan pemerintah menyelesaikan konflik yang melibatkan rakyat banyak dan miskin dengan cara-cara yang memenuhi rasa keadilan rakyat,
Akhirnya kita berharap hokum di Indonesia semakin mendekati keadilan. Tuhan melalui kitab suci, memerintahkan kepada siapapun, untuk selalu berlaku adil dan berbuat baik.

sumber : http://hukum.kompasiana.com/2012/03/14/menilai-keadilan-hukum-di-indonesia/

PERIODE 2 tugas 2


TUGAS 2

Pengobatan Penyakit Hati atau Penyakit Psikis

Agama adalah suatu ajaran dimana setiap pemeluknya dianjurkan untuk selalu berbuat baik. Untuk itu semua penganut agama yang mempercayaai ajaran dan melaksanakan ajarannya mereka akan senantiasa melaksanakan segala hal yang ada dalam ajaran tersebut. Manusia tidak bias dilepaskan dengan agama, oleh karena itu agam dan manusia berhubungan sangat erat sekal. Ketika manusia jauh dari agama. Maka aka nada kekosongan dalam jiwanya.

Walaupun mungkin kebutuhan materialnya mereka terpenuhi. Akan tetapi kebutuhan batin mereka tidak, sehingga mereka akan mudah terkena penyakit hati.
Penyakit hati yang melanda manusia yang tidak beragama akan senantiasa mengahantui mereka sehinga mereka akan mudah putus asa. Oleh karena itu orang yang tidak beragama ketika mendapatkan persolan hidup mereka akan mudah putus asa dan akhirnya mereka akan melakukan penyimpangan atau tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma atau ajaran agama.
Berbeda dengan seseorang yang beraga. Mereka akan senantiasa melakukan segala sesuatunya sesuai dengan ajaran. Dan ketika mereka lupa tidak melaksanakan rutinitas mereka dalam beribadah, mereka akan cenderung merasa bersalah sehingga mereka akan mengembalikan segala macam permasalah dalam kehidupannya ke dalam ajaran agama.
Jadi pada zaman dahulu penyakit yang diderita oleh manusia sering dihubungkan dengan gejala-gejala spiritual. Ketika ada salah seorang dari mereka ada yang sakit, maka dengan spontanitas mereka akan mengkaitkan penyakit tersebut karena adanya gangguan dari makhluk halus. Oleh karena itu pada zaman dahulu ketika ada orang yang menderita penyakit selalu berkaitan dengan para dukun yang dipercaya mampu untuk berkomunikasi dengan makhluk tersebut sehingga diharapkan sang dukun dapat mengobati penyakitnya atau menahan gangguannya.
Ketika pemikiran manusia mengalami perkembangan, maka hal yang demikian tidak berlaku lagi di tengah-tengah masyarakat kita yang sudah mengenal modernisasi. Segala macam bentuk penyakit yang di derita oleh manusia akan selalu mereka hubungkan dengan keadaan sang penderita dan untuk mengobati penyakit tersebut mereka akan selalu pergi kepada seorang dokter yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kepercayaan ini memang sebagian besar dapat dibuktikan oleh keberhasilan pengobatan dengan menggunakan peralatan dan pengobatan hasil temuan di bidang kedokteran modern.
Disela-sela perkembangan ilmu kesehatan atau kedokteran, sebagian orang ada yang mempelajari cara penyembuhan yang menggunakan pendekatan kepercayaan terhadap agama. Hal ini terbukti di salah satu daerah di dunia barat abad pertengahan. Mereka menggunakan pendekatan metode Hipnosa untuk mengetahui penyakit apa yang diderita oleh seseorang dan menyembuhkannya dengan metode kepercayaan terhadap agama. Ketika manusia jauh dengan agama atau Tuhan hati mereka pasti akan merasakan sesuatu yang kosong dalam hatinya. Walaupun mungkin segala sesuatu yang mereka inginkan sudah mereka dapatkan akan tetapi dari lubuk hati yang dalam mereka menginginkan ketentraman hati yang berbeda dari pada dunia yang mereka punyai. Atau mungkin ketika manusia terhimpit oleh permasalahan dunia, mereka akan lebih mendekatkan diri mereka kepada Tuhan. Ketiak mereka merasa sudah tidak mempuyai cara lain untuk mendapatkan uang mereka pasti akan selalu kembalikepada Tuhan mereka untuk mencari penyelesaian dari segala macam permasalahan, karena pada hakikatnya manusia adalah fitrah atau bisa dikatakan ketika manusia jauh dari Tuhan maka suatu ketika mereka akan kembali kepada Tuhan ketika mereka dalam kondisi tertentu mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelesaikan masalahnya.

sumber : http://radensomad.com/hubungan-agama-dan-kesehatan.html

PERIODE 2 tugas 1

TUGAS 1


Idealisme Keindahan Moral pada generasi muda

Idealisme berasal dari kata ide yang artinya adalah dunia di dalam jiwa (Plato), jadi pandangan ini lebih menekankan hal-hal bersifat ide, dan merendahkan hal-hal yang materi dan fisik. Realitas sendiri dijelaskan dengan gejala-gejala psikis, roh, pikiran, diri, pikiran mutlak, bukan berkenaan dengan materi.
Mengenai Moral pada generasi muda, kebanyakan moral generasi muda masa kini mengenai hal-hal yang berbau negatif. saya juga tidak bilang kalo moral saya baik,  ataupun buruk. cukup Allah yang tahu moral saya seperti apa.
Sebuah keindahan idealisme akan tumbuh baik jika di imbangi dengan perilaku baik pula. moral pemuda pada era sekarang cenderung menurun, mungkin di karenakan beberapa alasan diantaranya; kurangnya rasa saling menghargai dan mencintai. Seperti yang sudah kita lihat pada peristiwa sebelumnya,yaitu perkelahian antara dua orang anak yang di bawah umur. Di mana anak tersebut melukai yang lainnya dengan menusukkan benda tajam ke tubuh anak yang lain. Dari peristiwa tersebut bisa di simpulkan bahwa keindahan moral pada generasi muda lambat laun semakin menurun.Mungkin salah satu penyebab nya yaitu pengaruh globalisasi,dimana generasi muda lebih cenderung untuk melakukan tradisi Barat.
dengan keindahan moral kita bisa kembangkan atau di aplikasikan pada kehidupan sehari-hari, karena keindahan moral sangat berpengaruh pada kepribadian setiap individu.
Maka dari itu, mulai dari sekarang khusunya para generasi muda bisa mempertahankan sebuah nilai keindahan moral.Memang tak mudah, tapi jika terus dipelihara dan diterapkan lambat laun akan mengakar ke sesama maupun generasi muda yang ada di bawahnya.Karena esensi dari sebuah keindahan moral adalah sebuah sikap sebuah nilai kemuliaan yang muncul tanpa dibuat-buat dan menciptakan sebuah keharmonisan jika semuanya bisa mewujudkannya.

Minggu, 25 Maret 2012

TULISAN

KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA

Kebudayaan masyarakat indonesia sangat beragam, hal ini disebabkan karena sumber kebudayaan masyarakat indonesia berasal dari kebudayaan lokal yang di akui secara nasianal. Namun kecintaan terhadap kebudayaan kian hari kian menipis.

Laju perkembangan zaman sebagai tantangan sebuah kebudayaan akan membuat sebua kebudayaan bertahan taau bahkan tumbang. Butuh diingat pula bahwa zaman pulalah yang akan mengadaptasi kebudayaan.

Kebudayaan antar negara itu akan dengan sangat bijak mengikuti negara dan mengikuti khasan sendiri. Tidah bisa dituduh langsung sebagai plagiat kebudayaan. Asal yana sama tentu akan menjadi sebuah aasan yang arif. yang jelas, kebudayaan suatu negara akan tumbuh dengan sendirinyadan akan menyesuaikan dengan bergantung kepada kebudayaan dan budayawan sendiri. 

Kebudayaan VS Teknologi

Pesatnya kemajuan teknologi mengeser kebudayaan yang sudah melekat di masyarakat. Kurang kuatnya pelekatan kebudayaan di dalam hati membuat kebudayaan tersingkirkan. Tentu dampak buruknya adalah matinya kebudayaan itu sendiri.

proses selanjutnya adalah melesatnya teknoogi. Bukan berarti teknologi akan menjadi pemenang karena telah mempengaruhi sebuah kebudayaa. Malah akan dikata, teknologi berkembang tanpa memilik kejelasan identitas. Jadi akan sangat indahnya sebuah negara jika sebuah kebudayaan berjalan seiring perkembangan teknologi itu sendiri.

sumber : http://www.anneahira.com/kebudayaan-masyarakat-indonesia.htm