Batman Begins - Help Select TUGAS KAMPUS

Kamis, 22 Desember 2011


TULISAN 1

PERBEDAAN MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat pedesaan kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Perbedaan-perbedaan ini dari adanya perbedaan yang mendasar dari keadaan lingkungan, yang mengakibatkan adanya dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan.kesan popular masyarakat perkotaan terhadap masyarakat pedesaan adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, serta mudah tertipu dan lainya. Kesan ini disebabkan masyarakat perkotaan mengamatinya hanya sepintas, tidak banyak tahu, dan kurang pengalaman dalam lingkungan pedesaan. Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan memiliki cirri-ciri tersendiri. Mengenal ciri-ciri masyarakat pedesaan akan lebih mudah dan lebih baik dengan membandingkannya dengan kehidupa masyarakat perkotaan.
Dalam memahami masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, tentu kita tidak akan mendefinisikanya secara universal dan objektif, tetapi harus berpatokan pada cirri-ciri masyarakat itu sendiri. Ciri-ciri itu karena adanya sebagian orang , yang tinggal di suatu daerah tetentu, dan adanya sistem hubunga, ikatan atas dasar kepentingan bersama, tujuan dan bekerja sama, ikatan atas dasar unsur-unsur sebelumnya, rasa solidaritas, sadar akan adanya interdependensi, adanya norma-norma dan kebudayaan.
Masyarakat kota di tekankan dari pengertian kotanya dengan ciri dan sifat kehidupannya dan keikhlasan dalam interes hidupnya. Dalam masyarakat kata kebutuhan primer di hubungkan dengan status sosial dan gaya hidup masa kini sebagai manusia modern. Desa dalam hakekatnya bukan sebuah istilah yang menunjukan benda “tunggal”, tetapi “desa” mempunyai unsure-unsur yang kemudian dirakit sedemikian rupa, dan akan berbentuk desa. Setip unsure dalam suatu system itu dapat diperlakukan sebagai satu kesatuan yang utuh.
Masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai system jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula di bedakan masyarakat yang bersangkutan dengan masyarakat yang lain. Oleh karena itu , mempelajari suatu masyarakat berarti dapat berbicara soal struktur sosial . untuk menjelaskan pebedaan atau ciri-ciri dari kedua masyarakat tersebut, dapat di telusuri dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadap alam, pekerjaan, ukuran komunitas, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenitas, diferensiasi sosial mobilitas sosial, interaksi sosial, pengandaian sosial, pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau system lainnya.
Dalam lingkungan masyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam, karena disebabkan oleh lokasinya berada di daerah desa. Mereka sulit mengontrol kenyataan alam yang sering dihadapinya, padahal bagi sumua petani realitas ala mini sangat vital dalam menunjang kehidupannya. Semua penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan-kepercayaan dan hukum-hukum alam, seperti dalam pola berfikir dan falsafah kehidupannya. Tentu akan sangat berbeda dengan masyarakat yang hidup atau tinggal di perkotaan, yang kehidupannya bebas dari realitas alam, misalnya dalam bercocok tanam dan menuai harus pada waktunya sehingga ada kecenderungan. Pada dasarnya mata pencaharian juga menentukan relasi dan reaksi sosial.
Pada umumnya kebanyakan mata pencaharian masyarakar desa adalah bertani, tetapi mata pencaharian berdagang, pekerjaan sekunder dari pekerjaan ninpertanian. Sebab di beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha atau industri demikian pula mata pencaharian keluarga untuk tujuan hidupnya agar lebih luas lagi. Di masyarakat perkotaan mata pencaharian cenderung menjajadi terspesialisasi dan spesialisasi itu sendiri dapat dikembangkan, mungkin menjadi manager di suatu perusahaan, ketua atau pemimpin dalam suatu birokrasi.
Komunutas pedesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan. Dalam mata pencaharian di nidang pertanian, imbangan tanah dengan manusia cukup tinggi bila dibandingkan dengan industri, dan akibatnya daerah pedesaan mempunyai penduduk yang rendah per-kilometer perseginya. Tanah pertanian luasnya berfaiasi, bergntung kepada tipe usaha bertaninya, tanah ang cukup luas sanggup menampung usaha tani dan usaha ternak sesuai dengan kemampuaannya. Oleh sebab itu komunitas perdesaan lebih kecil dari pada komunitas perkotaan.
Penduduk desa lebih rendah kepadatannya bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk di kota, kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri.contohnya terjadi perubahan-perubahan terhdap pemukiman dari satu penghuni keluarga yang menjadi pembangun multikeluarga dengan flat dan apartemen seperti yang terjadi di kota-kota besar.

Kelas sosial dalam masyarakat sering terlihat dalam perwujudannya seperti ”piramida sosial”, yaitu kelas-kelas yang tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada di antara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan “pelapisan sosial tidak resmi” ini antara masyarakat desa dengan masyarakat kota :
  1. Pada masyarakat kota aspek kehidupan pekerjaan, ekonomi, atau sosial politik lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengan di desa.
  2. Pada masyarakat dessa kesengajaan antara kelas ekstrem dalam piramida sosial tidak terlalu besar, sedangkan pada masyarakat kota jarak antara kelas ekstremyang kaya dan miskin cukup besar. Di daerah pedesaan tingkat kekayaanya hanya kaya dan miskin saja.
  3. Pada umumnya masyarakat pedesaan cenderung berada pada kelas menengah menurut ukuran desa, sebab orang kaya dan orang miskin sering bergeser ke kota, atau ikut transmigrasi.

Terjadinya periswa mobilitas sosial demikian di sebabkan oleh penduduk kota yang
heterogen, terkonsentrasinya kelembagaan-kelembagaan, saling tergantungnya organisasi-organisasi, dan tingginya diferensi sosial. Demikian pula di kota, mobilitas sering terjadi ddi kota dibandingkan di desa. Segi-segi penting dari mobilitas tersebut adalah :
  1. Banyak penduduk yang berpindah rumah ke rumah yang lain, karena system kontrak yang terdapat di kota dan di desa tidak demikian
  2. Waktu yang tersedia bagi penduduk kota untuk berpergian persatuan penduduk lebih banyak dibandingkan dengan orang-orang desa.
  3. Berpergian setiap hari di dalam atau di luar dari pusat penduduk, di daerah kota lebih besar di bandingkan di daerah perdesaan.
  4. Waktu luang di kota lebih sedikit di bandingkan dengan di daerah pedesaan, sebab mobilitas penduduk kota lebh tinggi.

Hal lain, mobilitas atau perpindahan penduduk dari desa ke kota lebih banyak ketimbang dari kota ke desa. Tipe desa pertanian dan kebiasaan pindah dapat mempengaruhi mobilitas sosial, seperti perpindahan yang berkaitan dengan pencarian kerja dan ada yang menetap atau tinggal sementara, sesuai dengan musim dan waktu pengolahan pertanian. Apabila kita bandingkan dengan penduduk kota yang lebih dinamis dan mobilitasnya cukup tinggi. Semuanya berada di dalam hal waktu dan arah mobilitasnya, pergerakannya dapat terjadi secara bertahap, baik arahnya secara horizontal maupun vertical. Sedangkan kebiasaan ini di desa kurang terlhat, dan di kota lebih memungkinkan dengan waktu yang relative singkat.

sumber : sebagian dari  e-book

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar